Terima Kasih telah berkunjung di blog Pesantrenpedia ... Dapatkan konten-konten kami dalam format PDF di website resmi pesantrenpedia.org

CINTA NABI SAW [1] WAJIB CINTA NABI MELEBIHI CINTA KEPADA SEMUA MAKHLUK

Kamis, 26 Februari 2015


            Cinta kepada Nabi Muhammad saw termasuk iman, banyak dalil yang menunjukkan, bahwa hamba harus lebih mencintai Nabi daripada dirinya sendiri, orang tuanya, anaknya, istrinya, harta bendanya dan seluruh umat manusia. Jika tidak demikian, maka dia menantang untuk tertimpa siksa Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Dalil yang akan saya sebutkan adalah sebagian dari dalil-dalil tersebut.

WAJIB CINTA NABI LEBIH DARI DIRI SENDIRI

            Imam Bukhari meriwayatkan, bahwa Abdullah bin Hisyam berkata: “Kami bersama dengan Nabi saw ketika beliau memegang tangan Umar bin Khathab ra. Lalu Umar berkata: “Ya Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai daripada segala sesuatu, kecuali diriku sendiri”. Nabi bersabda:
1
            “Tidak, demi Dia yang jiwaku di tangan-Nya, sampai aku lebih kamu cintai daripada diriku sendiri”. Umar berkata: “Sekarang demi Allah, engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri”. Nabi bersabda: “Sekarang, hai Umar”. (HR Bukhari nomor 6632)
            Al Aini berkata mengomentari sabda Nabi Tidak, demi Dia yang jiwaku di tangan-Nya, sampai aku lebih kamu cintai daripada diriku sendiri: “Yakni imanmu belum sempurna ...” (Umdatul Qari 23/169)
            Komentar tersebut seperti komentar Penyusun Umdatul Qari ketika mengomentari sabda Nabi Sekarang, hai Umar: “Yakni sekarang imanmu sempurna”.

WAJIB CINTA NABI LEBIH DARI ORANG TUA DAN ANAK

            Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi saw bersabda:
1
            “Maka demi Dia yang jiwaku di tangan-Nya, tidak beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dia cintai daripada orang tuanya dan anaknya”. (HR Bukhari 1/14, 58)

WAJIB CINTA NABI LEBIH DARI ISTRI, HARTA
DAN SELURUH UMAT MANUSIA

Imam Muslim meriwayatkan dari Anas, bahwa Nabi saw bersabda:
1
            “Tidak beriman hamba sampai aku lebih dia sukai daripada istrinya, harta bendanya dan seluruh umat manusia”. (HR Muslim 1/67,69)
           
ANCAMAN ORANG YANG SESUATU LEBIH DIA SUKAI
DARIPADA NABI SAW

            Allah mengancam akan menyiksa seseorang yang lebih menyukai ayah, anak, saudara, istri, suku atau harta benda dan perniagaan serta rumah daripada Allah, Nabi saw dan berjihad di jalan-Nya. Allah berfirman:
1
            “Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”. (QS At Taubah : 24)
            Al Hafidh Ibnu Katsir dalam menafsiri ayat tersebut: “Yakni jika hal-hal itu lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah apa yang akan menimpa kalian dari siksa Allah”. (Mukhtashar Ibnu Katsir 2/324)

            Mujahid dan Hasan berkata dalam menafsiri firman Allah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya: “Keputusan itu adalah siksa, baik di dunia ini atau di akhirat kelak”. (Tafsir Al Qurthubi 8/95-96)
____________________

Diterjemahkan oleh Abi Muhamm, dari kitab Hubbun Nabi SAW yang disusun oleh Ahmad bin Asymuni Al Jaruni, Pon-Pes Hidayatuth Thullab, Petuk Semen Kediri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar