Terima Kasih telah berkunjung di blog Pesantrenpedia ... Dapatkan konten-konten kami dalam format PDF di website resmi pesantrenpedia.org

Riyadlul Badi'ah: Rukun Islam dan Rukun Iman [1]

Senin, 23 Februari 2015


Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

            Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam yang memberikan taufik kepada siapa yang dikehendai-Nya untuk beribadah kepada-Nya, sehingga tidak tidur dan menjadi hamba yang dekat kepada-Nya, sehingga lupa seluruh makhluk. Saya memuji-Nya dengan puji yang banyak dan bersyukur kepada-Nya. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah yang sendirian menciptakan bumi langit dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya yang datang dengan mukjizat. Semoga Allah mencurahkan salawat dan salam kepadanya, kepada keluarganya yang suci, para sahabatnya yang bersungguh-sungguh menjalankan ibadah pagi dan sore dan kepada orang-orang yang mengikuti mereka dalam berbuat kebajikan sampai hari kiamat.
            Amma ba'du:
            Berkata hamba Allah yang paling sedikit ibadahnya dan amalnya dan paling banyak dosa serta kesalahannya, hamba yang mengharapkan ampunan kekhilafan, yaitu Muhammad Nawawi Al Jawi:
            "Ini adalah syarah (penjelasan) terhadap kitab yang diberi nama Ar Riyadh Al Baidi'ah oleh kiyai yang pandai ilmu agama, yaitu syaikh Muhammad bin Hasbullah bin Sulaiman. Saya menyusun syarah ini atas permintaan saudaraku untuk membantu pemula. Syarah ini saya beri nama: "Ats Tsaimar Al Yani'ah fi Ar Riyadh Al Badi'ah". Saya memohon kepada Allah semoga kitab syarah ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Amin.
            Muhammad adalah pemimpin seluruh rasul Allah, apalagi selain rasul. Rasul adalah lelaki merdeka yang ma'shum dan diberi wahyu serta diperintah untuk menyampaikannya, meskipun tidak mempunyai kitab suci. Keluarga Nabi saw adalah orang-orang yang bertakwa dan sahabat Nabi adalah orang yang berkumpul dengan Nabi saw dan beriman kepadanya, baik meriwayatkan hadis atau tak sama sekali. Pengikut sahabat dan keluarga Nabi adalah orang yang beriman meskipun berdosa.
            Ini adalah kitab ringkas mengenai usuluddin (ilmu tauhid), ilmu yang paling tinggi karena membahas hal yang tidak iman tanpanya. Serta ilmu fikih menurut madzhab Imam Syafi'i, ilmu yang membahas ibadah kepada Allah. Imam Syafi'i adalah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi' bin Saib bin Ubaid bin Abdu Yazid bin Hasyim bin Muthalib bin Abdi Manaf. Abdi Manaf adalah kakek Nabi saw dan nasab Imam Syafi'i bertemu dengan nasab Nabi padanya. Imam Syafi'i dilahirkan pada tahun 150 H, Imam Malik lahir pada tahun 83 H, Imam Abu Hanifah lahir pada tahun 80 H, Imam Ahmad lahir pada tahun 164 H.
Kitab ini saya beri nama: "Riyadh Al Badi'ah fi Ushuluddin wa Ba'dhi Furuisy Syariah". Di samping tauhid dan fikih, kitab ini juga menjelaskan sebagian ilmu tasawuf. Saya berharap bahwa kitab kecil ini berguna pagi para pelajar, terutama pemula dan semoga Allah berkenan membuat kitab ini menarik bagi mereka.
            Ketahuilah, bahwa setiap orang mukallaf, meskipun hamba sahaya, berkewajiban untuk mengerti rukun Islam dan rukun Iman. Rukun Islam ada lima, yaitu :
Pertama syahadat, yaitu bersaksi bahwa tak ada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad Rasulullah. Ini adalah tiang Islam dan rukun setelahnya merupakan penyempurna. Syahadat didahulukan sebab menjadi syarat sah bagi rukun setelahnya. Rukun syahadat ada lima, yaitu syahid, masyhud lah, masyhud alaih, masyhud bih dan ucapan. Syahid adalah orang yang mengesakan Allah dan orang yang beriman kepada rasul. Masyhud lah adalah Allah dan Muhammad saw. Masyhud alaih adalah orang yang mengingkari keesaan Allah dan kerasulan Muhammad. Masyhud bih adalah menetapkan keesaan Allah dan kerasulan rasul. Ucapan adalah mengakui hal tersebut dengan lidah. Ucapan ini merupakan syarat berlakunya hukum Islam bagi orang yang ingin masuk Islam, bukan bagi anak muslimin. Anak muslimin adalah mukmin, meskipun selama hidupnya tidak pernah mengucapkan syahadat.
Kedua, mendirikan shalat fardhu, yaitu shalat lima waktu. Yakni selalu melakukannya dengan rukun dan syaratnya dalam waktunya.
Ketiga, membayar zakat. Zakat harus diberikan kepada orang yang berhak menerimanya atau kepada pemerintah.
Keempat, berpuasa Ramadhan apabila tidak ada halangan.
Kelima, haji ke Ka'bah bagi yang mampu.
            Rukun Iman, yaitu hal yang harus dipercayai ada enam, sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim dari Umar bin Khathab.
Pertama, beriman kepada Allah. Yakni percaya bahwa Allah esa zat-Nya, sifat dan perbuatan-Nya. Sebagian ulama berkata: "Imam kepada Allah ada empat rukun, yaitu percaya kepada kuasa Allah, percaya kepada takdir, sama sekali tidak merasa memilik daya upaya, meminta tolong kepada Allah dalam seluruh hal." Demikian disebutkan dalam 'Awarif Al Ma'arif.
Kedua, beriman kepada para malaikat Allah. Yakni percaya bahwa makhluk alam atas yang berupa cahaya itu adalah hamba-hamba Allah, tidak sebagaimana dikatakan orang kafir: "Malaikat adalah anak wanita Allah".
Ketiga, berikan kepada Kitab-Kitab Allah. Yakni percaya bahwa Allah menurunkan kitab-kitab kepada para rasul dalam papan atau lewat lidah malaikat. Al-Quran dan kitab suci lainnya berisi apa yang ditunjukkan oleh sifat qadim yang ada pada Allah. Misalnya saat anda mendengar ayat:
"Dan janganlah kamu mendekati zina". (QS Al Isra' : 32)
Dari ayat tersebut, anda tahu larangan untuk mendekati zina. Seandainya tabir disirnakan, maka anda tahu larangan tersebut dari sifat Allah langsung. Dengan demikian, yang ditunjukkan mushaf Al-Quran sama dengan yang ditunjukkan sifat kalam Allah.
Keempat, beriman kepada para Rasul Allah. Yakni bahwa Allah mengutus banyak utusan kepada makhluk untuk menunjukkan mereka serta membenahi dunia serta akhirat mereka.
Kelima, beriman kepada hari akhir. Kiamat dimulai dengan pengumpulkan makhluk sampai tiada batas atau sampai ahli surga masuk surga dan ahli neraka masuk neraka.
Keenam, beriman kepada takdir, baik yang manis maupun yang pahit. Yakni beriman bahwa apa yang ditakdirkan Allah pada azal (sebelum ada makhluk) pasti terjadi dan apa yang tidak ditakdirkan Allah tidak akan terjadi dan bahwa Allah menakdirkan kebaikan serta keburukan.
______________________
Oleh: Abi Muhamm, Pengasuh Pon-Pes Al Qoumaniyah (Pondok Bareng), Jekulo, Kudus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar