Terima Kasih telah berkunjung di blog Pesantrenpedia ... Dapatkan konten-konten kami dalam format PDF di website resmi pesantrenpedia.org

Sahabat Abu Bakar r.a

Jumat, 20 Februari 2015
ABU BAKAR RA

Namanya Abdullâh bin Abu Quhâfah Utsman bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghâlib dari suku Quraisy. Nasabnya bertemu dengan nasab Nabi SAW pada Murrah bin Ka’ab. Sifat dan perbuatan baiknya banyak sekali. Ia berkata: “Akal yang paling sempurna adalah ketakwaan, bodoh yang paling sempurna adalah berbuat aniaya, jujur yang paling sempurna adalah amanah dan bohong yang paling sempurna adalah berkhianat.” Ketika memakan makanan yang mengandung syubhat lalu ia mengetahui hal itu, maka ia memuntahkannya dari perutnya dan berkata: “Wahai Allah, janganlah Engkau menyiksaku dengan apa yang yang telah diserap oleh urat dan bercampur dalam usus!.”
Ia berkata: “Perkara ini akhirnya tidak menjadi baik kecuali dengan apa yang membuat baik permulaannya, dan tidak bisa ditanggung oleh selain orang yang paling baik berkuasa dan paling bisa menguasai diri.” Ia berkata kepada orang yang ia nasehati: “Wahai saudaraku, jika kamu menjaga wasiatku maka jangan ada perkara gaib yang lebih kamu sukai daripada kematian. Ia akan datang kepadamu!.” Ia berkata: “Jika seorang hamba merasa kagum dengan perhiasan dunia maka Allah memurkainya sampai ia meninggalkan perhiasan itu.” Ia berkata: “Wahai kaum muslimin, milikilah rasa malu terhadap Allah. Demi Dzat yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya aku selalu memakai penutup saat buang air besar di tanah lapang karena malu terhadap Tuhanku.” Ia berkata: “Andai saja aku adalah pohon yang dibesarkan lalu dimakan.” Ia memegang pucuk lidahnya dan berkata: “Inilah yang membuatku jatuh ke tempat-tempat binasa.” Jika suatu barang jatuh dari untanya maka ia mendudukkan unta dan mengambilnya. Lalu dikatakan kepadanya: “Sebaiknya engkau memerintahkan kami untuk mengambilnya.” Ia menjawab: “Sesungguhnya Nabi SAW memerintahkan aku untuk tidak meminta sesuatu kepada manusia.” Ia berkata kepada para sahabat: “Aku telah mengusai perkara kalian dan aku bukan yang terbaik diantara kalian. Maka, jika kalian melihatku lurus maka ikutilah aku dan jika kalian melihatku menyimpang maka luruskanlah aku!.” Ia banyak bersedih dan takut sampai dari mulutnya tercium bau hati yang terbakar. Ia meninggal sehabis maghrib tanggal 12 Jumadal Akhir tahun 13 H dalam usia 63 tahun.

______________

*Diterjemahkan dari Lawaqih al-Anwar fi Thabaqat al-Akhyar  karya al-Imam Abdul Wahab asy-Sya’rani oleh Abi Muham, pengasuh Pesantren Al-Qoumaniyah (Pondok Bareng), Kudus.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar