Terima Kasih telah berkunjung di blog Pesantrenpedia ... Dapatkan konten-konten kami dalam format PDF di website resmi pesantrenpedia.org

Sayyidina Abbas Membaca Kisah Maulid Di Hadapan Nabi SAW

Kamis, 19 Februari 2015

Majlis Maulid Nabi adalah majlis pembacaan kisah hidup baginda nabi yang berisi uraian sejarah, sirah, atau pujian-pujian kemulyaan,syimah, dari Rasulillah Muhammad al-Mushthofa. Sudah barang tentu, orang-orang yang tidak mengetahui agama dengan mendalam menuduhnya sebagai amalan bid'ah yang sesat. Namun jika mau bersabar dan teliti sedikit mereka akan menjumpai bahwa pembacaan kisah kelahiran beliau dan puja-puji keagungan beliau sudah pernah dilakukan oeh seorang Sahabat yang Agung dan dilakukan dihadapan mata Rasulillah SAW.

Imam At Thabraniy Radhiyallohu 'anhu dan juga yang lain meriwayatkan dengan sanad yang hasan bahwa Sayyidina Abbas Ibn Abdilmuth-tholib pernah merangkai nadham,syair-syair maulid nabi dan melantunkannya dihadapan beliau. Diriwayatkan bahwa suatu hari Sayyidina Abbas ra. berkata : "Wahai Rasululloh. Ijinkan aku memujimu dengan syair."

Rasululloh SAW menjawab :"Ucapkan syairmu, Wahai paman. Semoga allah menjaga mulutmu."

Sayyidina Abbas kemudian mulai bersyair :


Min qalbiha thibta fi adl-Dlilal wa fi # Mustauda’in haitsu yukhadifu al-waraqu

[Sebelum wujud bumi,cahaya Ruh mu begitu baik bersemayam bersama Adam di Surga # dan disemayamkan pula saat daun-daun khuldi dipetik oleh Adam ] - yakni  sebagaimana firman Allah : 
Lamma 'asha Adamu robbahu wathoffat yakhshifaani min waraqi al-jannah.

Tsumma habatta al-bilada la basyarun an.. # ..ta wa la mudlghatun wa la ‘alaqu

[kemudian engkau diturunkan -bersana Adam-ke bumi sedangkan engkau belumlah menjadi seorang anak manusia,bulum pula gumpalan darah ataupun gumpalan daging pula]

Bal nuthfatun tarkabu as-Safinu wa qad # Al-Jamu nasru wa ahlu al-gharaqu

[Tetapi engkau adalah nuth-fah-air mani- yang ikut dalam Safinati Nuh, perahu Nabi Nuh,yang ia kendalikan biduk perahunya sementara anaknya tenggelam binasa]

Tanaqqalu min sulbin ila rachimin  # Idza madla alamun bada thabaqu

[ yang beralih dari satu sulbi ke sulbi lain dan dari rahim ke rahim yang lain , jika terlewat alam maka akan jelaslah runtutan-runtutan nya]

Wa waradat naara al-khalili musatatiran #  Fi sulbatin anta , kayfa yahtariqu

[ dan sampai juga saat api menjilat Alkholil ,nabi Ibrahim,-engkau bersembunyi dalam sulbinya, bagaimana dia bisa terbakar? ]

..........Sampai puncak syairnya :
Wa anta lamma wulidta asyraqat al-ardl..#..Dlu wa adlaa-at bi nurika al-ufuqu

 [Dan engkau Saat engkau dilahirkan ,berpijarlah seluruh muka bumi dan dengan Nur mu terang benderanglah cakrawalanya]

dan seterusnya...

Maka selesai mendengar syair Sayyidina Abbas ini Rasululloh kembali berdo'a :"Semoga Alloh menjaga mulutmu wahai Paman."   Sehingga sampai renta umur Sayyidina Abbas tak ada satu giginya yang tanggal. Tak satupun ,semuanya masih utuh.

Inilah Suatu kisah Maulid Nabi dibacakan diperdengarkan ditelinga Nabi SAW. Jika sesudah membaca hadits dengan sanad nya yang hasan ini mereka tetap saja  menganggap membaca kisah maulid  adalah suatu kebid'ahan maka sungguh tiada lain itu kecuali ketakabburan dan keengganan menerima kebenaran sahaja. Fa bi ayyi haditsin ba’dahu yu’minun?

Kisah abbas ini bisa di lihat dalam kitab al-Khashaish, juz 1 Hal. 97

Al-Hafidh Ibnu Abdil Bar menukil bait-bait ini saat menceritakan tentang jadi diri Khuraim bin Aus. Khuraim berkata :"Aku hijrah kepada Rasulillah SAW , maka aku menemui beliau sepulang beliau dari Tabuk, maka aku dengar pamannya Abbas berkata : Wahai Rasululloh,aku ingin memujimu . Maka Nabi SAW menjawab : Ucapkan,semoga Allah tidak merontokkan gigimu. Maka Abbas kemudian menyenandungkan nya,...dan Khuraim menuturkan bait-bait tersebut diatas...Al-hafidh Ibnu Abdil Bar berkata: Bait-bait ini juga diriwayatkan oleh Jarir bin Aus saudar Khuraim... [Al Istiy'ab Juz 3 Hal. 340] ..

Al-Imam Al Hafidh Ibnu Hajjar juga menuturkan bait-bait ini dalam kitab Al Ishabah .
Begitu juga al-Hakim meriwayatkannya dalam Al Mustadrak sebagaimana dinyatakan pula oleh Adh-Dhahabiy. .Al Mustadrok Juz 3 Hal. 337. Tindak ketinggalan Al Imam Ibnu Katsir juga ikut andil dalam As Syirah juz 1 Hal. 195.

________

Oleh: Ust.Muhajir Madad Salim, Muthih, Demak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar