Terima Kasih telah berkunjung di blog Pesantrenpedia ... Dapatkan konten-konten kami dalam format PDF di website resmi pesantrenpedia.org

Apakah Al-Qur'an Kitab Sastra?

Minggu, 01 Maret 2015

Amin al Khuli menelorkan statmen bahwa al Quran adalah kitabu al-alamiyyah al-kubra, sebuah sastra besar dunia, tidak ada yang bisa mengungguli kesustraan al Quran.

Sepintas, tidak ada masalah dengan pernyataan di atas. Seakan menjadi sisi mukjizat al Quran yang tersendiri. Bahkan menguatkan bahwa al Quran itu min 'indillah, semata dari Allah swt

Problem mulai timbul ketika muridnya al Khuli, Nasr Hamid Abu Zaid mengembangkan ide sang guru. Dia mempunyai pemahaman bahwa al Quran merupakan muntij tsaqofi dan muntaj tsaqofi menciptakan dan diciptakan budaya Arab lokal. Karena, sebuah sastra itu tidak bisa lekang dari budaya, nalar pikir logis dan adat lokal timbulnya sastra. Hingga Nasr dituduh kafir dan diusir dari bumi Mesir, yang kemudian hijrah ke Barat dan diangkat menjadi profesor di sana.

Tak kalah dahsyat, Mukhamad Ahmad Khulafullah juga memikirkan hal serupa dari statemen gurunya. Dia memahami bahwa sastra bersifat khayali, terkaan, hiperbola, sesuatu yang dibesar besarkan, tidak haqiqi dan banyak arti yang tidak sebenarnya. Karena begitulah sifat sastra, dia menghidupkan benda mati, membunyikan sesuatu yang diam dan menggerakkan barang yang senyap serta membesarkan perkara kecil.
Hingga akhirnya, dia pun mengangkat disertasi kontroversial mengatakan bahwa kisah kisah di dalam al Quran banyak mengandung legendaris, khayali dan  rekaan saja.

Begitulah, jika berpikir menjadi bebas dan perkembangan ilmiah menggema di mana mana dengan dalih progressif budaya, maka keberanian terhadap doktrin agama menjadi gaung yang membahana.

Sudah lama Allah swt menegaskan bahwa kalam-Nya bukan syair, bukan puisi, bukan prosa maupun sastra. dia murni dzikrun wa quraanun mubiin. Andaikan terselip nilai sastra, itu bukan tujuan utama dari al Quran sehingga tidak perlu dibesarkan perkaranya.
 ____________________

Oleh: Zuhurul Fuqoha, Pon-Pes Miftahul Ulum, Talun, Kayen, Pati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar