Terima Kasih telah berkunjung di blog Pesantrenpedia ... Dapatkan konten-konten kami dalam format PDF di website resmi pesantrenpedia.org

KISAH HIJABERS: TAUBAT GADIS TAK BERHIJAB

Senin, 02 Maret 2015


Muslimat yang terhormat, dengarkan kisah ini. Kisah seorang gadis remaja yang tidak mau memakai hijab, lalu dia bertaubat kepada Alloh. Dia menceritakan riwayat hidupnya sebagai berikut:
            “Aku hidup di keluarga yang serba mewah. Keluargaku kalangan jutawan. Ketika aku sedikit beranjak dewasa, aku memakai hijab. Namun itu hanya ikut-ikutan dan kebiadaan, bukan untuk menunaikan kewajian agama yang berpahala jika dilakukan disiksa jika tidak dilakukan. Karena itu, aku memakai hijab dengan cara yang membuat aku semakin mempesona dan menggoda kaum Adam.
            Sebagian besar waktu aku habiskan untuk mendengar hal-hal tanpa guna yang membuat aku semakin jauh dari Alloh dan bertambah lupa.
            Liburan musim panas kami habiskan di luar negeri. Di sana, aku tanggalkan hijab sama sekali dan aku pergi tanpa menutup wajah. Seakan-akan Alloh tidak melihat aku, kecuali di negeriku sendiri. Seolah-olaj Alloh tidak mengawasi aku di luar negeri sana.    

            Dalam salah satu liburan, kami wisata ke luar negeri. Ternyata dalam wisata kali ini, Alloh menghendaki terjadinya suatu musibah yang menyebabkan kakakku tertua meninggal dunia, sedang sebagian anggota keluargaku menderita retak dan sakit. Kemudian kami kembali ke rumah.
            Peristiwa itu merupakan babak pertama kesadaranku. Setiap kali aku teringat peristiwa itu, aku merasa sangat ketakutan. Namun hal itu belum merubah gaya hidupku sedikitpun. Aku tetap meremehkan urusan hijan. Aku memakai pakaian-pakaian span yang sempit. Aku mendengarkan lagu-lagu yang sama sekali tidak begruna.
            Lalu aku kuliah di perguruan tinggi. Di sana, aku berkenalan dengan beberapa teman wanita yang baik-baik. Mereka menasehati dan sangat ingin menyadarkan diriku.
            Suatu malam, aku menjatuhkan diriku di kasur. Aku mulai meneliti dokumen hidupku yang penuh dengan musik, lagu, wisata dan jauh dari Alloh. Maka aku berdoa kepada Tuhan, sementara air mata jatuh berderai, semoga Dia memberi aku petunjuk dan menerima taubatku.
            Pagi harinya, aku bak anak yang baru lahir. Aku bertekad untuk selalu hadir di diskusi, kuliah dan pelajaran yang diadakan di mushola universitas. Aku benar-benar melaksanakan tekadku itu. Dalam sebagian kesempatan, sebagian mahasiswi temanku menyampaikan kuliah mengenai hijab. Dia juga menyampaikan kuliah serupa pada kesempatan lain. Kuliah itu sangat membekas dalam hatiku. Setelah itu, alhamdu lillah, aku bertaubat kepada Alloh dan selalu mengenakan hijab yang menunjukkan kebahagiaan agung. Aju juga memakai pakaian Islami”.

            Dari buku Al ‘A-iduun Ilalloh bagian kedua, Muahmmad Abdul Aziz Al Musnid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar