Terima Kasih telah berkunjung di blog Pesantrenpedia ... Dapatkan konten-konten kami dalam format PDF di website resmi pesantrenpedia.org

Riyadlul Badi'ah: Pertanyaan Munkar-Nakir, Hari Pembangkitan dan Hari Hisab

Rabu, 04 Maret 2015



Konon seseorang bertemu dengan Imam Najmuddin An Nasafi dalam mimpi dan imam tersebut ditanya: "Bagaimana anda menjawab Munkar Nakir?" An Nasafi menjawab: "Kedua malaikat itu menanyaiku dengan prosa dan saya menjawab mereka dengan syair, lalu keduanya pergi atas ijin Allah". Syair tersebut adalah:

            Tuhanku Allah tidak ada tuhan seorang Dia
            Rasulku Muhammad Nabi pilihan-Nya
            Pemimpinku Kitab Tuhanku
            Agamaku Islam yang diridhai Allah
            Madzhabku baik namun perbuatanku buruk
            Semoga Allah memberikan ampunan
             
Dan bahwa mereka dibangkitkan dengan arti mereka dihidupkan dan dikeluarkan dari kubur mereka pada hari kiamat. Yakni Allah membuat jasad setelah tiada lengkap dengan anggota-anggota badan asli, yaitu anggota badan yang layak untuk kekal mulai awal sampai akhir umur, meskipun dipotong sebelum mati. Lain halnya anggota badan yang tidak demikian, misalnya kuku. Jika ada anggota badan yang dipotong dari seseorang, maka dikembalikan pada hari kiamat, termasuk tempat khitan.
             
Setelah lewat empat puluh tahun dari tiupan sangkakala pertama, Allah mengutus dari bawah Arasy sebuah air seperti sperma lelaki yang disebut air kehidupan. Air itu terus turun selama empat puluh hari, lalu berada di atas tanah setinggi empat belas hasta. Kemudian jasad-jasad tumbuh, seperti sayuran tumbuh, lalu Allah menciptakan makhluk dari tulang ekor sebab tulang ekor tidak rusak. Setelah jasad mereka sempurna, mereka dikumpulkan ke padang Mahsyar dan ketika mereka semua berada di satu tempat, sebuah awan mendung muncul dan awan itu menghujankan lampiran yang tersebar pada mereka. lampiran mukmin dari daun mawar dan lampiran kafir dari daun bidara. Semua lampiran bertulisan dan beterbangan, jatuh ke tangan kanan mukmin dan jatuh ke tangan kiri kafir. Orang yang pertama kali diberi lampiran dengan tangan kanan secara mutlak adalah Umar ra dan setelahnya adalah Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad. Sedangkan orang yang pertama kali mengambil lampiran dengan tangan kirinya adalah saudaranya, Aswad bin Abdul Asad sebad dia orang yang pertama kali menantang Nabi saw berduel pada perang Badar.
            
 Mereka dihisab sesuai amal perbuatan mereka. Allah berbicara kepada mereka mengenai amal perbuatan mereka dan pahala serta siksa. Allah memperdengarkan kalam qadim-Nya kepada mereka dan Allah menghisab seluruh umat manusia secara bersamaan, sampai setiap orang mengira dia dihisab sendirian. Kecuali orang yang masuk surga tanpa hisab, maka mereka tidak mengambil lampiran amal perbuatan dan tidak dihisab. Pemimpin mereka adalah Abu Bakar ra.
            
 Setelah dihisab, seluruh amal perbuatan mereka ditimbang (mizan). Penimbangan ini tidak berlaku bagi para nabi, malaikat dan orang yang masuk surga tanpa hisab.
             
Setelah ditimbang, mereka seluruhnya melewati jembatan (sirath), termasuk para nabi, para shidiq dan orang yang masuk surga tanpa hisab. Mukmin dan kafir juga lewat di jembatan ini, namun kafir tidak melewati seluruh jembatan. Orang-orang kafir hanya melewati sebagian jembatan, kemudian berjatuhan di neraka. Seluruh umat manusia diam, kecuali para nabi. Mereka berkata: "Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah". Nabi kita Muhammad saw berkata: "Umatku, umatku. Hari ini saya tidak meminta diriku maupun Fathimah putriku kepada-Mu". Sirath adalah jembatan yang dipasang di atas neraka Jahanam. Pangkalnya di padang Mahsyar dan ujungnya di surga atau tangga menuju surga. Di sana mereka disuguhi meja makan dan salah seorang dari mereka meraih buah yang merendah dari surga.
_________________________
Abi Muhamm, Pengasuh Pon-Pes Al Qoumaniyah (Pondok Bareng), Jekulo, Kauman,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar