Terima Kasih telah berkunjung di blog Pesantrenpedia ... Dapatkan konten-konten kami dalam format PDF di website resmi pesantrenpedia.org

TARIKH THABARI: DULU IBLIS RAJA LANGIT DAN BUMI

Rabu, 04 Maret 2015


Ibnu Juraij meriwayatkan, bahwa Ibnu Abbas bertutur: “Dulu Iblis termasuk malaikat kelas atas dan kabilahnya palig mulia. Dia bertugas sebagai penjaga surga, dia menguasai dunia dan raja seluruh dunia”.
            Shaleh atau Syuraik bin Abu Namir meriwayatkan, bahwa Ibnu Abbas bertutur: “Di antara malaikat ada sebuah kabilah jin dan Iblis termasuk kabilah ini. Iblis menguasai antara langit dan bumi”.
            Abu Shaleh meriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Murrah Al Hamdani meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud serta beberapa orang sahabat Nabi, bahwa Iblis menguasai langit terdekat dan dia berasal dari sebuah kabilah malaikat yang bernama Jin. Mereka disebut jin sebab mereka penjaga surga. Di samping raja, Iblis adalah penjaga surga.
            Adh Dhahhak meriwayatkan, bahwa Ibnu Abbas bertutur mengenai ayat:
            “Maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin”. (QS Al Kahfi : 50)
Ibnu Abbas berkata: “Iblis termasuk malaikat yang kabilahnya paling mulia. Iblis termasuk penjaga surga, dia menguasai langit terdekat dan dia menguasai bumi”.
            Shaleh bekas hamba Tau-amah meriwayatkan, bahwa Ibnu Abbas bertutur: “Di antara malaikat ada sebuah kabilah yang bernama Jin. Iblis termasuk kabilah jin dan dia menguasai antara langit dan bumi. Kemudian dia durhaka, maka Allah merubahnya menjadi setan yang dilaknat”.

Iblis sombong kepada Allah dan mengaku tuhan
            Hajjaj meriwayatkan, bahwa Ibnu Juraij berkata mengenai ayat:
            “Dan barangsiapa di antara mereka mengatakan: “Sesungguhnya aku adalah tuhan selain dari Allah” (QS Al Anbiya’ : 29)
dan berkata: “Dan barangsiapa di antara mereka mengatakan: “Sesungguhnya aku adalah tuhan selain dari Allah”. Ternyata yang mengucapkannya hanyalah Iblis. Dia mengajak orang lain untuk menyembah dirinya. Ayat ini turun berkenaan dengan Iblis”.
            Said meriwayatkan, bahwa Qatadah berkata mengenai ayat:
            “Dan barangsiapa di antara mereka mengatakan: “Sesungguhnya aku adalah tuhan selain dari Allah”, maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang lalim” (QS Al Anbiya’ : 29)
bahwa ayat tersebut khusus mengenai Iblis musuh Allah ketika dia mengatakan apa yang dia katakan dan Allah menjadikannya terkutuk dengan firman-Nya: “Maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang lalim”.

Peristiwa yang terjadi saat Iblis berkuasa
            Termasuk peristiwa yang terjadi ketika Iblis berkuasa dan dia masih taat kepada Allah adalah apa yang dituturkan Ibnu Abbas kepada kita: “Iblis berada dari sebuah kabilah di antara kabilah-kabilah malaikat yang bernama kabilah Jin. Mereka diciptakan dari api samum (angin panas) di antara para malaikat. Nama Iblis adalah Harits dan dia termasuk penjaga surga. Para malaikat seluruhnya diciptakan dari selain kabilah Jin. Kabilah Jin yang disebutkan dalam Al Qur-an diciptakan dari nyala api, yaitu ujung api yang ada di bagian ujung ketika menyala-nyala. Manusia diciptakan dari tanah liat. Yang pertama tinggal di bumi adalah bangsa jin, lalu mereka berbuat kerusakan di bumi dan mengalirkan darah dan saling bunuh. Kemudian Allah mengutus Iblis bersama pasukan malaikat yaitu kabilah malaikat yang bernama Jin tadi. Iblis dan malaikat yang bersamanya berhasil membunuh bangsa jin dan memukul mundur mereka sampai pulau-pulau laut dan puncak gunung. Ketika sukses menunaikan tugas itu, Iblis terpedaya oleh dirinya sendiri dan dia berkata: “Kami telah melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh siapapun”. Allah melihat hal itu di hati Iblis, sementara para malaikat yang bersamanya tidak tahu”.
            Abu Ja’far meriwayatkan, bahwa Ar Rabi’ bin Anas bertutur: “Allah menciptakan bangsa malaikat pada hari Rabo, menciptakan bangsa jin pada hari Kamis, menciptakan Adam pada hari Jum’at”. Kemudian sekelompok jin kafir, lalu para malaikat turun ke bumi menyerang mereka, lalu membunuh mereka. Maka darah tertumpah dan terjadi kerusakan di muka bumi”.

Penyebab Iblsi binasa dan takabur
            Ulama salaf yaitu sahabat dan tabiin berbeda pendapat mengenai hal tersebut dan kami sudah menuturkan salah satu pendapat yang dituturkan oleh Adh Dhahhak dari Ibnu Abbas, bahwa ketika Iblis membunuh jin yang durhaka kepada Allah dan berbuat kerusakan di muka bumi dan dia berhasil mengusir mereka, maka Iblis membanggakan dirinya dan dia merasa dalam hati, bahwa dia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain karena hal itu.
            Pendapat kedua di antara pendapat-pendapat yang diriwayatkan adalah dari Ibnu Abbas, bahwa Iblis dulu adalah raja langit terdekat dan dia menguasai antara bumi dan langit. Dia juga penjaga surga, di samping rajin beribadah. Karena itu, dia membanggakan dirinya dan dia memandang, bahwa hal itu membuat dia memiliki kelebihan, lalu dia takabur kepada Allah.
            Riwayat dari Ibnu Abbas adalah sebagaimana berikut ini:
            Abu Malik dan Abu Shaleh meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Murrah Al Hamdani meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dan beberapa orang sahabat Nabi: “Ketika Allah menyelesaikan penciptaan apa yang Dia kehendaki, maka Dia bersemayam di Arasy. Kemudian Allah menjadikan Iblis sebagai raja langit dunia dan dia berasal dari sebuah kabilah malaikat yang bernama Jin. Kabilah itu disebut Jin sebab mereka menjaga surga. Di samping raja, Iblis adalah penjaga surga, sehingga dalam hari dia takabur dan berkata: “Kami tidak diberi hal ini oleh Allah, kecuali karena kelebihan.”
            Menurut Amr bin Hammad, yang dimaksudkan Iblis adalah karena kelebihanku atas para malaikat. Ketika takabur itu ada di dalam hatinya, maka Allah mengetahuinya, sehingga Dia berfirman kepada para malaikat:
            “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. (QS Al Baqarah : 30)
            Thawus bertutur, bahwa Ibnu Abbas berkata: “Sebelum durhaka, Iblis termasuk bangsa malaikat dan namanya adalah Azazil. Dia termaksud penghuni bumi dan termasuk malaikat yang paling rajin serta paling pandai. Hal itulah yang mendorong dia untuk takabur. Dia berasal dari kabilah yang bernama Jin”.
            Qatadah bertutur, bahwa Said bin Al Musayyab berkata: “Iblis dulu adalah pimpinan malaikat langit dunia”.
            Pendapat ketiga yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas adalah ucapannya: “Penyebab takabur Iblis adalah dia termasuk sisa-sisa makhluk Allah yang diciptakan Allah. Lalu Allah memerintahkan sesuatu kepada mereka, lalu mereka menolak untuk taat”.
            Riwayat dari Ibnu Abbas mengenai hal tersebut:
            Ikrimah bertutur, bahwa Ibnu Abbas berkata: “Allah menciptakan sebuah makhluk, lalu berfirman: “Sujudlah kalian kepada Adam!” Mereka menjawab: “Kami tidak mau”. Maka Allah mengutus sebuah api yang membakar mereka, lalu Allah menciptakan makhluk lain, lalu berfirman: “Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat, maka sujudlah kalian kepada Adam!” Merekapun menolak, lalu Allah mengutus sebuah api, lalu api itu membakar mereka. Kemudian Allah menciptakan mereka, lalu berfirman: “Hendaknya kalian bersujud kepada Adam”. Mereka menjawab: “Ya”. Iblis termasuk makhluk tersebut yang menolak untuk bersujud kepada Adam”.
            Ulama lain berkata: “Penyebab binasa Iblis adalah dia termasuk sisa-sisa jin yang ada di bumi, lalu mereka mengalirkan darah di bumi, berbuat kerusakan dan durhaka kepada Allah. Kemudian para malaikat menyerang mereka”.
            Ulama yang berpendapat demikian:
            Sawwar bin Ja’d Al Yahmadi bertutur, bahwa Syahr bin Hausyab berkata mengenai ayat:
            “Dia adalah dari golongan jin”. (QS Al Kahfi : 50)
Iblis dulu termasuk jin yang diusir oleh bangsa malaikat. Sebagian malaikat menawannya, lalu dibawanya ke langit”.
            Musa bin Numair dan Utsman bin Kamil bertutur, bahwa Sa’d bin Mas’ud berkata: “Para malaikat menyerang jin ketika Iblis masih kecil, lalu dia ditawan, lalu dia ikut beribadah bersama malaikat. Ketika mereka diperintah untuk bersujud kepada Adam, maka mereka mau bersujud, sedangkan Iblis menolak. Itulah firman Allah:
            “Kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin”. (QS Al Kahfi : 50)
            Di antara pendapat-pendapat di atas, menurut kami yang paling benar adalah sebagaimana difirmankan Allah:
            “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya”. (QS Al Kahfi : 50)
Mungkin saja penyebab dia durhaka adalah dia termasuk bangsa jin. Juga mungkin penyebab dia durhaka adalah dia membanggakan dirinya karena dia sungguh-sungguh dalam beribadah, banyak ilmu, penguasa langit terdekat dan bumi dan termasuk penjaga surga. Mungkin juga penyebabnya adalah hal lain. Hal itu hanya bisa diketahui lewat berita yang bisa dijadikan hujah, padahal tidak ada berita yang kami ketahui. Adapun perbedaan pendapat adalah sebagaimana kami sebutkan tadi.
            Pendapat lain, penyebab durhaka Iblis adalah penghuni bumi sebelum Adam adalah bangsa jin. Kemudian Allah mengutus Iblis sebagai hakim yang memberikan keputusan pada bangsa jin. Iblis senantiasa menjadi hakim yang adil dan jujur selama seribu tahun, sampai dia dinamai Hakam dan Allah juga menamainya demikian serta mengilhamkan nama itu kepadanya. Saat itulah Iblis takabur, menyombongkan diri dan congkak. Dia menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara orang-orang yang dia diutus menjadi hakim mereka. Hal itu membuat mereka saling bunuh di bumi selama dua ribu tahun menurut ulama, sampai kuda-kuda jin berenang di dalam darah mereka. Itulah firman Allah:
            “Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru”. (QS Qaf : 15)
Dan ucapan para malaikat:
            “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah?” (QS Al Baqarah : 30)
Sat itulah Allah mengutus sebuah api untuk membakar mereka.
            Ulama berkata: “Ketika Iblis melihat siksa yang menimpa kaumnya, maka dia naik ke langit, lalu tinggal bersama para malaikat dan rajin beribadah kepada Allah, sampai tidak ada yang menyamai ibadahnya. Dia terus menerus beribadah, sampai Allah menciptakan Adam, lalu dia durhaka kepada Allah”. 
_________________________

Abi Muhamm, Pengasuh Pon-Pes Al Qoumaniyah (Pondok Bareng), Jekulo, Kudus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar