Terima Kasih telah berkunjung di blog Pesantrenpedia ... Dapatkan konten-konten kami dalam format PDF di website resmi pesantrenpedia.org

Darah di Masjidil Haram

Jumat, 25 November 2016

Seusai Shalat Subuh di Masjidil Haram, ribuan Jamaah dengan khusu' mengaminkan doa yang dipanjatkan imam, tiba-tiba ratusan jamaah yang lain mengeluarkan senapan laras panjang dari balik baju dan menembak dua askar (tentara). Selain 'askar', burung-burung dara yang beterbangan di atas Ka'bah juga menjadi sasaran tembak. Keadaan yang semula khusu' dan tenang berubah menjadi gaduh. Ditengah kegaduhan, salah seorang laki-laki diapit tiga pengawal merangsek menembus kerumunan menuju Ka'bah tempat sang imam berdiri, dan kemudian merebut mikrofon dari tangan imam.


Lelaki berambut ikal, berjenggot lebat bernama Juhaiman itu mengumumkan bahwa 'Masjidil Haram telah diambil alih' (baca: Kudeta Mekkah), dan memaksa seluruh Jamaah untuk berbaiat kepada Muhammad Qahtani (sepupunya) sebagai imam mahdi. Melalui mikrofon yang sama, Juhaiman juga meminta pemerintah menghentikan segala bentuk kerjasama dengan Barat. Kemudian.. terjadilah peristiwa demi peristiwa mengerikan yang melumpuhkan Masjidil Haram dan menyisakan bau amis darah ratusan Jamaah Haji yang menjadi korban. (Kudeta Masjidil Haram 1979 M/Musim Haji 1399 H)

Seperti halnya pembunuh Presiden Anwar Sadat yang tergerak karena manifestonya Sayyid Qutb (Tokoh Ikhwanul Muslimin-IM) bahwa "Negara wajib melaksanakan Hukum Islam. Jika tidak maka berhak diperangi", Juhaiman semasa muda juga banyak bersinggungan denga aktivis IM yang diusir Presiden Gamal karena makar dan percobaan pembunuhan. Juhaiman muda seperti mendapat wangsit, "Kalau rakyat mesir berani memberontak kenapa rakyat saudi tidak?".

Hari ini, saya mulai bisa membedakan antara "Kiai wakil Nabi" yang menebar kedamaian dan "Ustad-Ustad" wakil Juhaiman yang terus menebar kebencian dan selalu menganggap Indonesia kurang Islam. Ribuan pondok pesantren, madrasah dan majelis taklim berdiri, sepanjang tahun perayaan agama (maulid nabi, isra' miraj..dst) bebas dirayakan.. Masih kurang Islam 'Kah?!

Oleh: Ahmad Ridlo Hasan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar