Terima Kasih telah berkunjung di blog Pesantrenpedia ... Dapatkan konten-konten kami dalam format PDF di website resmi pesantrenpedia.org

Rusuh Gara-Gara Orang Gila

Jumat, 25 November 2016


 : Ahmad Ridlo Hasan

Ketika itu, salahsatu pedagang beretnis tionghoa kedapatan merobek Al-Quran, kabar perobekan Al-Quran dengan cepat tersebar dari mulut ke mulut, langgar ke langgar, kampung ke kampung, sontak dalam waktu sekejap masyarakat seantero kota geger dan sepakat untuk menggelar aksi. Usai shalat jumat di Masjid Jami, ratusan jamaah turun ke jalan, sembari mulut mereka bertakbir, tangan-tangan mereka melempari toko-toko milik cina denga batu. Himbauan khatib agar "masyarakat tenang, tak terpancing isu" dlsb tak digubris. "Khatib munafik! Pro Aseng! Pro penista Alquran," mungkin kalimat-kalimat demikian yang dihembuskan provokator ketika itu. Hanya dlm tempo 4 jam, 75 toko di sepanjang Jl.Hayam Wuruk, Jl. Cipto, Jl.Sudirman rusak parah.

Usut punya usut, pelaku perobekan Al-Quran bernama Yoe Sing Yung memang baru saja pulang setelah dirawat intensif 4 tahun di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Magelang dan masih gila! Apa lacur, isu penistaan Al-Quran terlanjur liar dan kerusuhan terus berlanjut. (Rusuh Gara-Gara Org Gila di Pekalongan, Majalah Gatra, edisi 2 Des 1995).

Usia konflik Pribumi-Cina lebih tua dari usia kita, dominasi Cina di era kerajaan-kerajaan Nusantara pernah diramal Empu Sedah dari Kerajaan Daha bahwa Jawa akan dipimpin 'Kebo Bule Matane Siwer' (orang asing bermata seperti kucing). Segregasi (pemisahan) ras Pribumi-Cina juga pernah diciptakan kolonial yang kemudian melahirkan ketimpangan sosial (ekonomi) Pribumi-Cina. Ketika perekonomian beralih ke industri, orang-orang Cina pun lebih siap. Terakhir, akibat kebijakan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang disepakati pemimpin-pemimpin negara asean 24 tahun lalu.. hari ini membuat kita kalang kabut!

Pilihan menciptakan tandingan seperti Tirtoadisuryo dengan "Sarekat Dagang Islam"-nya, Haji Samanhudi dengan "Rekso-Rumekso"-nya (paguyuban tolong-menolong pribumi), atau kita terus pelihara di otak kita bahwa "Cina Penjajah, Kafir, Komunis yang wajib kita basmi" dst.. Pilihan ada di tangan kita!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar