Terima Kasih telah berkunjung di blog Pesantrenpedia ... Dapatkan konten-konten kami dalam format PDF di website resmi pesantrenpedia.org

Menyambut Haul Solo Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi

Senin, 16 Januari 2017

: Kyai Muhajir Madad Salim

Alhamdulillah , kita semua diberi kesempatan untuk pernah melihat / mengenal al habib Muhammad Anis Al Habsyi Solo . Pernah mendengar suaranya . Pernah menyentuh tubuhnya dan mencium tangan sucinya . Sebuah anugerah dari Allah Ta’ala yang patut di syukuri . Semoga saja itu pertanda bahwa kita adalah sebagihan orang-orang yang dikehendaki bernasib baik . Karena jika Allah menghendaki seorang hambanya menjadi orang baik , maka Allah akan menempatkannya kepada kebaikan . Memudahkannya melakukan kebaikan dan mengumpulkannya dengan ahli-ahli kebajikan .

Pada sebuah perjumpaan saya dengan al Habib Anis , selama perjalanan menuju kotaSolo , pikiran saya terpecah . Sebenarnya saya memaksa untuk pergi ke Solo , karena sejujurnya saya tidak mempunyai cukup uang untuk perjalan pulang pergi . Tetapi saya tetap memaksa pergi juga . Dengan resiko , nanti pulangnya saya akan terhenti di tengah jalan . Dan untuk sampai ke Rumah , saya masih membutuhkan setidknya uang 50 ribu Rupiah . Saya pasrahsaja , apa nanti yang akan terjadi , bagaimana caranya pulang saya tidak perduli . Yang penting dapat sowan kepada Habib Anis al habsyi . Pulang dari solo , di tengah perjalanan pulang itu , tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri saya dan tanpa ba bi bu dia memasukkan sebuah amplop kedalam saku gamis saya . Kaget tetapi saya tidak sempat bertanya apa-apa . Orang itu sambil senyum , berlalu begitu saja. Amplopnya saya buka , seperti yang anda tebak , isinya uang 50 ribu rupiah !!! Saya kemudian termenung sejenak memikirkan kejadian ini .

Kejadian bagaimana jika seseorang mempunyai himmah yang kuat dalam sebuah kebaikan ,maka Allah Ta’ala akan menolong dan memudahkannya . Disamping itu , kejadian inipun saya anggap sebagai salah satu bentuk keberkahan dari Al habib Anis yang melingkupi diri saya . Secara normatif , ada kaidah “Man Istakfa billah , kafahu . Barang siapa yang menjadikan Allah sebagai kecukupan dirinya , maka Allah akan mencukupinya .“

Al Habib Al Arif billah Muhammad bin Thahir Al Haddad Shahib Tegal berkata :“Salah satu kebiasanku adalah , walaupun untuk sesuatu yang sedikit( remeh ) aku tidak akan meminta – minta kepada siapapun . Kebetulan suatu hari uangku habis sewaktu aku ada di kota Surabaya . Kemudian sempat terbersit di dalam hatiku untuk meminta kepada si Fulan dan si Fulan. Aku benar-benar akan melakukannya . Lalu aku berkata kepada diriku sendiri : “ Allah Ta’ala adalah Tuan yang ‘ lebih dekat’ dibandingkan dengan siapapun .

Aku malu jika sampai meminta kepada selai Dia .”Maka aku arahkan permintaanku kepada pintu Allah Ta’ala . Sesudah itu , akupun mandi di sebuah kamar mandi , tiba-tiba tanpa aku sangka sebelumnya , datang seorang teman memberiku sebuah kitab . Saat aku buka , di dalamnya ada sejumlah uang yang cukup buatku untuk memenuhi hajatku. Akupun terduduk dan menangis memikirkan apa yang aku alami ini . Memikirkan tentang kelembutan kasih AllahTa’ala ini dan memikirkan betapa cepatnya Allah mengabulkan doa-doa . “

Al Habib Muhammad bin Thahir jika menuturkan kisahnya ini , beliau selalu mengakhirinya dengan ungkapan :“ Barang siapa yang menjadikan Allah sebagai kecukupan dirinya , maka Allah akan mencukupi dirinya.“ Sebagai isyarat bahwa tidak patut bagi seorang hamba untuk mengarahkan tujuan dan segala maksud dirinya selain kepada Tuhannya . (Qurrotun Nadhir Jus 1 halaman 209) .

Pada hari Sabtu ini , 22 januari 2016 , sebagai bentuk tarhib atas haul Al Habib Ali al Habasyi di kota Solo , kita akan selalu menukil beberapa Shalawat yang pernah di tulis oleh al Habib Ali . Sejumlah shalawat itu termaktub dalam Kumpulan Shalawat beliau , yang di rangkum oleh slah satu murid beliau , Al Arif billah Al Habib Muhammad bin Idrus al habasyi dalam kitabMajma’ul Lathoifil Arsyiyyah .

Dan selanjutnya , di setiap tulisan kedepan akan selalu ada cuplikan shalawat – shalawat beliau . Harapannya tentu kita dapat selalu membacanya dan mendapatkan fadhilah , pahala serta rahasia-rahasia shalawat beliau yang istemewa- istemewa . Secara Khusus , Al Habib Anis al habasyi sudah mengijazahkanshalawat – shalawat tersebut kepada kami , dan lisanul Khal beliau mengijinkan kami untuk mengijazahkannya kepada para pecinta Habib Ali . Dari arah Habibana Salimas Syathiriy , beliau telah menuliskan ijazah ( ijin ) untuk kami didalam hal menyebarkan /mengijazahkan amalan-amalan para Aslaf ,termasuk shalawat – shalawat al habib ali ini . Karena itu , sebagai jembatan dan wakil sahaja , kami ijazahkan setiap shalawat yang kami cantumkan di setiap tulisan – tulisan kami , dan selanjutnya agar di baca dengan penuh rindu serta cinta , tanpa melupakan doa-doa yang baik untuk kami dan kedua orang tua kami tercinta .

Dalam Lathoiful Arsyiyyah , al Habib Muhammad bin Idrus al habsyi membaginya menjadi hizib-hizib harian . Pada hizib Hari sabtu ada sekitar 43 naskah shalawat . Kita nukilkan saja dua diantaranya , dua buah shalawat yang secara redaksinya sangat mirip dan arti / maknanya yang berdekatan .Yang pertama :

ALLOHUMMA SHOLLI WASALLIM ALA SAYYIDINA MUHAMMADINGHINA_I FAQRIY WAHAYATI RUKHI WASURURI QOLBIY WANAJATI FID DUNYA WAL AKHIROH .

“Semoga Shalawat Salam tercurah kepada tuanku Muhammad , Yang mengkayakan kefakiranku , Sang kehidupan jiwaku , Penggembiira hatiku, Penyelamat diriku di dunia dan di akhirat .” . .

Shalawat kedua :

ALLOHUMMA SHOLLI WASALLIM ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN SHOLATAN TAHYA BIHA RUKHI WATANSATU BIHA JAWARIKHI WAYAQWA BIHA QOLBIY WAYASRI SIRRUHA FI AULADIY , WA AHLIY, WA ASHABIY WA AKUNU BIHA SA’IDAN MAS ‘UDAN .

"Semoga Shalawat Salam tercurah kepada Tuanku Muhammad , Shalawat yang menghidupkan jiwaku , yang menyemangatkan tubuh-tubuhku , yang menguatkan hatiku , Shalawat yang rahasianya mengalir mengenai juga anak-anakku , istri ( keluarga ) ku , dan Shahabat- shahabatku . Shalawat yang membuatku menjadi seorang yang selamat dan terselamatkan …”

Menyambut Haul Solo ( bagihan kedua )

Perkumpulannya para Waliyullah selalu membawa kebahagiaan bagi siapa saja yang datang . bahkan jika “ fadhal “ atau anugerah Tuhan yang berbicara , orang-orang jahat dan Kafir yang ikut datang , bisajadi pulang dengan membawa keberkahannya pula :

Alkisah , ada 10 orang Kafir yang bersepakat mendatangi majlisnya syaaikh Su’aib Ibnu Madyan . Mereka siapkan pertanyaan – pertanyaan sulit yang akan mereka tanyakan kepada Syaikh dengan niatan untuk memperolok / merendahkan beliau.

Saat mereka memasuki masjid , mereka temui Syaikh duduk diatas Kursi dan di kelilingi 1000 muridnya . Didalam masjid terlihat ada 1000 lentera yang menyala . Mereka pun masuk dan berbaur dengan para Hadirin semua.

Syaikh terlihat terdiam . Kemudian terliat beliau menghirup nafasnya sekali hirupan , dan mendadak 1000 lentera padam apinya . Beberapa saat kemudian , terlihat beliau menghela nafasnya sekali , dan sekali hela , 1000 lentera itu menyyala kembali .

Para hadirin yang datang terlihat takjub dengan kejadian itu . Tiba-tiba terdengar Syaikh berkata dengan suara keras, “ Ayoh , semua ucapkan ASHADU ALLAILAHA ILLALLOH , WA ASHADU ANNA MUHAMMADAN ROSULULLOH …! “

Salah seorang dari 10 orang Kafir itu berkata kepada sahabatnya : “ Mari kita ucapkan kalimat itu , jika tidak , maka kita akan ketahuan semua ..”

Akhirnya kesepuluh orang kafir itu ikut pula mengucapkan Kalimah syahadat bersama para Hadhirin . Tidak beberapa lama , datang ke dalam masjid seorang anak yang berusia 5 tahunan . Dia datang dari toko pakaian ( rumah tukang jahit ) dengan membawa 10 buah Kopyah . anak kecil itu berjalan menuju Syaikh , namun Syaikh berkata kepadanya : . “ Wahai bocah ,jaga langkahmu . Jangan terlewatkan . Kenakanlah kopyah-kopyah itu kepada si Fulan …Si Fulan …Si Fulan …” . Kata belai sambil menunjuk satu persatu ke sepuluh orang Kafir itu . Serentak 10 orang kafir itu berdiri dan menghambur menuju Syaikh , mencium tangannya dan menyatakan keislamannya dengan setulus-tulusnya .

Seperti itulah pahala , ganjaran bagi orang-orang yang ( kebetulan ) ada di dalam majlis– majlis kebaikan . Ada di dalam naungan keberkahan Orang-orang yang baik . Insyaallah , akibatny juga Baik , Min Fadhlillah.

Dan Sebagaimana majlis – majlis lainnya , setiap tahunnya di kota Solo diselenggarakan Haul Habib Ali bin Muhammad al Habsyi , penulis kitab Maulid simthud Duror . Majlis haulakan dihadiri oleh puluhan ribu orang . Masing-masing jama’ah yang datang membawa niatnya masing-masing dan sekaligus membawa keberkahannya masing-masing .

Dan sesungguhnya , tidak perlu ribuan orang . Ada satu orang saja dari sekian ribu jama’ah yang menghadiri Haul , oleh Allah Ta’ala di terima niat baiknya , dipancarkan keberkahannya , maka sekian ribu orang lainnya ikut mendapatkan kemaqbulan dan keberkahan sebagaimana dirinya .

Dalam makna sedemikan , Al Habib Ali berkata : “ Allah mensyareatkan Jama’ah Shalat Jum’at adalah untuk satu orang ahli Nur ( seseorang yang mempunyai Rahasia spiritual ) yang datang kesana untuk memancarkan rahasianya kepada seluruh hadirin .Allah sareatkan perkumpulan – perkumpulan di setiap harinya di shalat jama’ah lima waktu . Di setiap minggunya diShalat Jum’ah . Serta di setiap tahunnya di shalat Ied . “

Namun seseorang akan mendapatkan keberkahan majlisnya semakin besar dan melimpah jika dilambari dengan kuatnya Khusnudh Dhon . Berkhusnudh dhon , berbaik sangka kepada Allah bahwa Allah akan menerima perkumpulan ini . Berbaik sangka kepada seluruh hadirin yang datang , bahwa merekasemua adalah orang-orang yang baik , orang shalih , para Auliya kekasih Allah yang memancarkan keberkahan mereka semua .

Sebesar dan sekuat baik sangkanya itu , maka sebesar dan sekuat ituhasil keberkahan majlis yang akan dia terima . Sesunggguhnya Allah sesuai dengan persangkaan Hamba_Nya , maka hendaklah hamba_Nya itu bersangka kepada_Nya dengan sebaik-baiknya .

Habibana Hasan As ythiriy berkata , sebagaiwujud sempurnanya ketawadhu’an beliau serta kuatnya Khusnudh Dhon di dalam diri beliau :“ Setiap kali aku menghadiri suatu majlis , tidaklah aku menghadirinya kecuali karena aku berharap mendapatkan keberkahan dariorang – orang yang datang kesana .”

Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi berkata: “ Tersebut keterangan di dalam masalah Husnudh dhon , bahwa andaikan saja dibuka hijab sehingga mampu melihat Nur dari seorang Hamba yang ahli Maksiat , maka akan terlihat Cahayanya memenuhi langit dan bumi . “

Adapun orang-orang yang tidak mempunyai persangkaan yang baik dengan Majlis-Majlis kebaikan dan orang-orang yang datang menghadirinya , maka mereka yang tidak mempunyai persangkaan baik tersebut sama sekali tidak akan mendapatkan apa-apa . Karena Allah akan menempatkan mereka sebagaimana keyakinan / persangkaan mereka .

Hal seperti ini , dicontohkan sama dengan keadaan orang yang mengingkari adanya Pahala / samapainya pahala Bacaan al Qur’an kepada mayyit , misalnya . Orang yang punya keyakinan seperti itu jika mereka mati , lalu ( katakanlah ) ada jutaan orang yang membacakan Tahlil untuk dirinya , maka di alam Barzahnya akan datang malaikat kepadanya membawakan sesuatu yang luarbiasa :“ Apakah yang kalian bawa itu , Malaikat ? “ Tanya dia.

“ Ini adalah pahala dari bacaan Tahlil yang ditujukan kepadamu . “ Jawab Malaikat .

“ Oh , betapa agungnya . Kalau begitu , segera berikan kepadaku ..” Kata dia.

"Tidak bisa ..” Tolak Malaikat .

" Mengapa tidak bisa ? “

"Karena engkau berkeyakinan bahwa bacaan Tahlil tidak dapat sampai kepada mayyit . Maka Allah memutuskan dirimu sesuai dengan keyakinanmu itu . “

Bisa dibayangkan betapa menyesalnya dirinya . Sudah diperlihatkan keagungan pahalanya , namun tidak dapat memilikinya .Andai saja dia tidak diperlihatkan , mungkin rasa penyesalannnya tidak sedemikian dahsyat !

Kita , para hadirin di majlis Haul habib Ali pun demikian nasibnya . Berapa besar Khusnudh dhon kita kepada majlis dan orang – orang yang hadir di majlis akan menentukan berapa besar manfaat , pahala serta keberkahan yang akan kita dapatkan .

Apalagi haul Solo , Haul habib Ali ini adalah haulnya Aulia besar yang kita cintai . Wujudnya majlis haul Habib Ali yang dimakamkan di kota Sewun Hadromut ini , hadir dan ada di bumi Indonesia adalah sebagai bukti perhatian beliau Habib Ali kepada kita , para penduduk Negeri .

Perhatian al Habib Ali tersebut sebagai wujud Kasih Sayang Allah kepada kita semua , dimana Allah Ta’ala memberi kesempatan kepada kita untuk turut dapat terlimpahi keberkahan habasyiyyah , dan keberkahan para auliyaillah . Sudah selayaknya kita mensyukurinya . Dan berikut, petikan beberapa Shalawat buah karya al Habib Ali sebagaimana dalam Kitab Lathoiful Arsyiyyah ,di bagihan Hizib Hari Ahad yang total lebih dari 50 naskah shalawat . Dan ini adalah beberapa diantaranya :

ALLOHUMMA SHOLLI WASALLIM ALA ‘AINIL A’YANIL KHOLQIYYAH WASIRRIL ASRORIL IRFANIYYAH WASHITHOTI IQDIL MUURSALIN SAYYIDINA MUHAMMADINIL HABIBIS SHODIQIL AMIN SHOLLALLOHU WASALLAMA ‘ALAIHI WA ALA ALIHI WA SHOHBIHI WAT TABI’IN

“ Semoga shalawat dan salam tercurah kepada pusat dari sekian pusat kemahlukan, kepada pemilik rahasia dari rahasia-rahasia kemakrifatan , Sang perantara dari untaian mata Rantai para Utusan Tuhan , Yakni Tuanku Baginda Muhammad , sang Kekasih , Yang Terpercaya dan jujur adanya. Semoga tercurah Shalawat serta salam kepadanya , kepada keluarganya , kkepada shahabatnya dan kepara para tabi’in pengikutnya."

ALLOHUMMA SHOLLI WASALLIM ALA SAYYIDI WALADI ‘ADNAN WA ASY ROFIL INSI WAL JAN WA ALA ALIHI WASHOHBIHI WAMAN TABI’AHUM BIIHSAN

“ Semoga shalawat dan salam tercurah kepada ( Baginda Muhammad ) Tuan dari sekalian anak cucu Sayyid Adnan. Yakni Yang termulia dari sekalian golongan jin dan Manusia , dan semoga tercurah kepada keluarganya , shahabatnya dan kepada siapa saja yang mengikuti jejak mereka semua dalam kebaikan."

ALLOHUMMA SHOLLI WASALLIM ALA SAYYIDIL MURSALIN SAYYIDINA MUHAMMADIN ABDIKA WAROSULIKAS SHODIQIL AMIN WA ALA ALIHI WASHOHBIHI AJMAIN

“ YaAllah , Semoga shalawat dan Salam tercurah kepada Penghulu para Rasul , Tuanku Muhammad , Yakni hamba_Mu , Rasul_Mu yang terpercaya dan jujur adanya . Semoga tercurah pula kepada para keluarganya dan para Shahabatnya semua tiada tersisa …”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar