Terima Kasih telah berkunjung di blog Pesantrenpedia ... Dapatkan konten-konten kami dalam format PDF di website resmi pesantrenpedia.org

Menyikapi Araphobia

Jumat, 13 Januari 2017

Lagi jadi pembicaraan banyak orang pidato Mbak Mega yang menyitir ucapan bapaknya “ Kalau mau jadi Islam jangan jadi Arab “ Kurang lebih begitu kalimatnya

Kalimat yang bisa multi pretensi , yang akan bisa berbeda makna tergantung siapa yang mengucapkannya . Cak Nun yang sukanya shalawatan sambil main Gamelan itu jika mengucapkan kalimat tersebut akan lain makna yang tertangkap jika yang mengucapkan adalah Mbak mega atau Ahoc misalnya.

Kita tinggalkan sisi itu . Sebagai seorang santri , lebih nyaman kalimat – kalimat ‘profokatif’ seperti itu dicarikan presedennya saja dalam kitab-kitab Kuning . Adakah ulasan dalam kitab-kitab agama rujukan para penghuni pesantren , kalimat-kalimat semacam itu , dan bagaimana sikap “ agama“ menanggapinya ?

Merujuk beberapa kitab Kuning , kita akan menemukan sebuah Hadits Rasulullah SAW riwayat At Tirmidzi . SayyidinaSalman Al Farisiy bukan seorang Arab . Ia seorang dari Persia , yang menempuh jarak yang jauh dan waktu yang panjang untuk mencari kebenaran agama . Sampailah kemudian ia di kota Madinah dan beriman kepada Rasulullah SAW.

Imam At Tirmidzi meriwayatkan suatu hari Rasulullah SAW berkata kepada Sayyidina Salman :

يا سلمان لا تبغضنى فتفارق دينك . قلت : يـا رسول الله كيف ابغضك وبك هدانى الله ؟ قال : تبغض العرب فتبغضنى

Rasulullah SAW berkata : “ Jangan engkau membenciku , sehingga menyebabkan engkau terpisah dari agamamu “Aku ( salman ) bertanya : “ Bagaimana mungkin aku membencimu , sedangkan kerena dirimu Allah member hidayah kepadaku ? “Rasulullah SAW menjawab : “ Engkau membenci Kaum Arab ,maka engkaupun membenciku “
"

Tetapi untuk lebih jelas makna hadits Sayyidina Salman itu , sangat tepat untuk merunut juga Hadits Nabi SAW berikut ini:

حب العرب ايمان وبغضهم كفرفمن احب العرب فقد احبنىومن ابغض العرب فقد ابغضنى.

” Mencintai Kaum Arab itu ( adalah ) Iman , dan membenci mereka itu ( adalah ) kekafiran . Siapa gerangan yang mencintai Kaum Arab maka sungguh dia telah mencintaiku , Dan siapa gerangan yang membenci Kaum Arab maka sungguh dia telah membenciku . “

Juga Sabda Rasulullah SAW :“ Cintailah Kaum Arab karena tiga ( alasan ) . Karena aku adalah seorang Arab . Dan karena Alqur’an juga ( berbahasa )Arab . Dan bahasa percakapan penghuni surga adalah bahasa Arab “

Makna / syarah Hadits diatas diterangkan oleh Al Munawiy :“ Kalimat-kalimatitu menunjukkan adanya anjuran ( secara umum ) untuk mencintai Kaum Arab , على قيد الحيثيّة Artinya dianjurkan mencintai karena mereka adalah ARAB من حيث انهم عربا . Dan terkadang cinta tersebut berlipat kadarnya , ketika orang– orang arab nya itu beriman serta mempunyai tingkatan Fadhoil / kemuliaan ynag berbeda – beda.

Terkadang dari kecintaan umum terhadap Arab tersebut muncul keharusan membenci , bahkan bertambah kebencianterhadap sebagihan dari mereka yang Kafir dan Munafiq sebagaimana gambaran dari Allah tentang adanya sebagihan dari kaum Arab :“ الاعراب اشد كفرا ونفاقا" Orang badui itu sangat kufur dan Nifaq “

Jika seorang insan menyertakan dalam kecintaannya yang umum kepada Kaum Arab itu ( rasa cintanya ) bahwa Rasulullah SAW adalah bagihan dari mereka , bahwa Alqur’anitu memakai Lughat mereka , bahwa Bahasa pengantar penghuni Surga adalah bahasa mereka , maka rasa kecintaannya itu menjadi washithah ( perantara ) cintanya kepada Baginda Nabi SAW.

Jika seorang insan merendahkan Kaum Arab karena ( tidak suka ) rasulullah , Alqur’an serta bahasa penghuni surga adalah bagihan dari mereka , maka perendahannya tersebut menjadi washithah kebenciannya kepada Rasulullah SAW dan itu dan itu adalah Kufur.

Namun jika dia membenci kaum Arab karena membenci kekafiran dan kemunafikan sebagihan dari mereka maka bencinya itu malahan wajib .Menjadi jelas , bahwa terkadang mencintai kaum Arab hukumnya Wajib , membenci juga terkadang Wajib .Dan tersisa adalah adanya hukum mencintai kaum Arab secara umum , bahwa mereka adalah kaum Arab ( yang dianjurkan Rasulullah untuk di cintai sebagaimana keterangan tersebut diatas )

Saya potong dulu disini , untuk menampilkan kesimpulan awal bahwa :

MENCINTAI KAUM ARAB SECARA UMUM ADALAH PERINTAH NABI SAW

Mau PDI , PKB , NU , MUHammadiyah . FPI , Jawa , Sumatra , Eropa , China ataupun kelompok lainnya , tetap Rasulullah SAW meminta mereka semua untuk mencintai Kaum Arab secara umum . Ini pokok / Ushulnya ..Sesudah itu nilai kecintaaan dapat bertambah ( dengan anasir-ansir kesalehan dan kemuliaan orang Arab yang dicintai ).

Misalnya saat anda mencintai Sayyidil Habib Luthfi bin Yahya, maka disamping anda mendapat pahala karena telah mencintai Kaum Arab secara umum , anda mendapat tambahan nilai dan pahala karena cinta anda kepada Habib Luthfi , seorang Arab yang Shalih itu

Disisi yang lain , disaat anda membenci kekafiran Abu Jahal , atau kemunafikan Bin Salul anda mendapat pahala dengan ketidaksukaan anda terhadap kemungkaran tersebut .Dengan syarat tentu ANDA MASIH MENYUKAI KAUM ARAB SECARA UMUM sebagaimana anjuran Nabi SAW

Jika karena ketidaksukaan terhadap orang-orang seperti AbuJahal anda tiba-tiba menjadi tidak suka /merendahkan Kaum Arab secara umum ( mengeneralisasikan sedemikian rupa ) maka anda berdosa dari sisi tidak mentaati anjuran Nabi SAW untuk menyukai Kaum Arab .

Lanjut ke Hadits berikutnya, Rasulullah SAW bersabda : “ Barang siapa yang mencintai Kaum Arab maka sungguh ia adalah kekasihku yang sejati “.Syaikh Al Aziziy berkata : “ Karena mereka Kaum Arab adalahsatu kaum yang mengorbankan jiwa mereka untuk Allah Ta’ala sehingga agama Islam dapat berkibar dan menyibakkan kegelapan kekafiran “.Tafsiran Syaikh ini sejalan dengan nilai luhur agama Islamمن لم يشكر النـاس لم يشكر اللهSiapa gerangan yang tidak dapat mensyukuri kebaikan Manusia maka ia tidak dapat mensyukuri Tuhan .

Mencintai kaum Arab secara umum adalah bentuk rasa Syukur terhadap jasa besar mereka membantu dakwah Rasulullah SAW . Karena itu orang-orang yang menyukai mereka ,mensyukuri mereka bagi Rasulullah SAW layak untuk mendapat balasan cinta dari beliau SAW . Bahkan beliau sebut sebagai Kekasih Sejati.

Sebagai penutup , penting disampaikan sebuah Hadits :

ان لواء الحمد بيدى يوم القيامة وان اقرب الخلائق من لوائي يومىذ العرب

Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Liwaul Hamdi ada ditanganku nanti di Hari Kiamat . Dan sesungguhnya mahluk-mahluk Tuhan yang paling dekat dengan benderaku itu adalah Kaum Arab “.

Saya kira , banyak pemikiran kita yang kudu dirubah tentang kearab-araban . Jangan sampai kehilangan gairah cinta terhadap Arab karena saking cintanya kepada diri sendiri . ( orang menyebutnya Arabphobia ) .Seneng Jowo yo keno ( nyatane yo wong Jowo ) tapi ojo lali tetep seneng Arab . Akeh utange wong Ajam karo wong arab, utang sing gak iso di saur .

*dalil-dalil disadur dan di ringkas dari kitab الشرف المؤبد Taklifan Al Allamah Shulthonul Muhibbin Syaikh Yusuf bin Ismail An Nabhaniy .Wallohu a’alam .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar