Terima Kasih telah berkunjung di blog Pesantrenpedia ... Dapatkan konten-konten kami dalam format PDF di website resmi pesantrenpedia.org

Penyebab Konflik Dalam Islam

Jumat, 27 Januari 2017
Konflik, perseteruan, permusuhan atau bahkan pertumpahan darah antara kaum muslimin acap terjadi dalam perjalanan sejarah peradaban Islam. Misalnya antara penganut Islam Sunni dan Syi'ah atau Khawarij, Mu'tazilah, Salafi, dan lain-lain ?. Mengapa ia terjadi ? Apakah karena perbedaan pemahaman atas teks suci, atau keyakinan (aqidah), atau karena perebutan kekuasaan (politik)?. Atau karena faktor lain?. Isu ini selalu diperbincangkan dan diperdebatkan para pakar, para ahli dan para ulama sepanjang masa.

Adalah menarik bagaimana soal ini dijawab oleh Al-Ustaz Muhammad Abduh, dalam diskusinya dengan Farah Anton. Al-Ustaz al-Imam Muhammad Abduh mengatakan :

قال الاستاذ : لم يسمع فى تاريخ المسلمين بقتال وقع بين السلفيين (الآخذين بعقيدة السلف) والاشاعرة والمعتزلة مع شدة التباين بين عقائدهم. نعم, سمع بحروب تعرف بحروب الخوارج كما وقع من القرامطة وغيرهم. وهذه الحروب لم يكن مثيرها الخلاف فى العقائد وانما اشعلتها الآراء السياسية تشبه ان تكون لاجل العقيدة وهى ما وقع بين دولة ايران والحكومة العثمانية والوهابيين. ولكن يتسنى لباحث بادنى نظر ان يعرف انها كانت حروبا سياسية. أما الحروب الداخلية التى حدثت بعد استقرار الخلافة فى بنى العباس واضعفت الامة وفرقت الكلمة فهى حروب منشأها طمع الحكام وفساد اهوائهم. واكبر داء دخل على المسلمين فى هممهم وعقولهم انما دخل عليهم بسبب استلاء الجهلة على حكومتهم. أقول "الجهلة" واريد اهل الخشونة والغطرسة الذين لم يهذبهم الاسلام ولم يكن لعقائدهم تمكن من قلوبهم. (ابن رشد وفلسفته مع نصوص المناظرة بين محمد عبده وفرح انطون, دار الفاربى, بيروت, لبنان, ط الاولى, 1988, ص 17-218)

”Tidak ada informasi yang pasti bahwa telah terjadi perang antara kaum salafi, Asy’ariah dan Mu’tazilah, meski di antara mereka terdapat perbedaan teologis yang tajam. Memang benar kita memeroleh informasi tentang perang yang dikenal dengan “Hurub al Khawarij”, (pemberontakan khawarij), seperti juga peristiwa gerakan ‘Qaramithah” (Karamit) dan lain-lain. Akan tetapi perang-perang seperti ini tidak dipicu oleh perbedaan teologis (aqidah) melainkan dikobarkan oleh kepentingan-kepentingan politik dalam rangka penguasaan atas rakyat. Perang antar kaum muslimin juga terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini yang seakan-akan berlatarbelakang teologis (aqidah). Misalnya perang antara Iran dan dinasti Otoman dan kaum Wahabi. Tetapi peneliti yang serius akan mudah menemukan bahwa semua perang tersebut adalah perebutan kekuasaan politik.

Ini berbeda dengan konflik dan kekerasan yang terjadi dalam dinasti Abbasiah. Kekerasan, pembunuhan dan sejenisnya yang kemudian melumpuhkan umat Islam lebih dilatarbelakangi oleh kerakusan para oknum penguasa dan karena hasrat-hasrat para pejabat yang rendah mereka. Akan tetapi penyakit terbesar yang merasuk dalam tubuh, akal dan semangat kaum muslimin adalah masuknya “orang-orang bodoh” dalam pemerintahan. “Al-Jahalah”, (orang-orang bodoh), adalah mereka yang berhati kasar dan sangat arogan. Mereka tidak mengerti Islam yang benar dan keimanan mereka semu dan tak mendalam. (Farah Anton, Ibn Rusyd wa Filsafatuhu, Dar al-Farabi, Beirut, cet. I, 1988, h. 217-218).


KH.Husein Muhammad, Crb 21/01/17

Tidak ada komentar:

Posting Komentar